15 Faidah Hadits Sampaikan Walau Satu Ayat

  • Whatsapp
gambar-sampaikan-walau-satu-ayat
gambar-sampaikan-walau-satu-ayat

Keshahihan hadits sampaikan walau satu ayat

Sampaikan walau satu ayat merupakan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori hadits nomor 3461. Maka tidak perlu lagi untuk mengamalkan hadits tersebut.

Hadits sampaikanlah walau satu ayat bahasa arab

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أنَّ النَّبِيَّ ﷺ، قالَ: «بَلِّغُوا عَنِّي ولَوْ آيَةً، وحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إسْرائِيلَ ولاَ حَرَجَ، ومَن كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النّارِ

Dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat, dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Israil dan itu tidak mengapa (tidak dosa), dan barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduk di neraka” (Shahih Bukhari : 3461)

Hadits sampaikan walau satu ayat latin

“Ballighuu ‘annii walau ayatan, wa hadditsuu ‘an banii israaiila walaa haraj, wa man kadzaba ‘alayya muta’ammidan, fal yatabawwa’ maq’adahu minannaari”

Makna Hadits sampaikan walau satu ayat

Hadits tersebut merupakan salah satu pokok dalam ajaran Islam, terkait dengan pentingnya menyampaikan ajaran Islam namun tetap dengan ketentuan yang telah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yaitu menyampaikan hadits yang memang betul kesahihannya, dan Beliau melarang mengatakan sesuatu kedustaan mengatasnamakan dirinya. Dan bila tetap melakukan kedustaan atas nama Nabi Muhammad maka bersiap-siaplah untuk menempati tempat duduk di neraka. 

Kata “ballighu” dalam kaidah bahasa Arab merupakan kata perintah, yang berarti “sampaikanlah” maknanya Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk menyampaikan walau hanya satu ayat saja, dengan menyampaikan walau satu ayat seseorang tentunya menjadi terdorong untuk mengamalkan apa yang telah ia sampaikan serta menjadikan seseorang itu lebih termotivasi untuk selalu belajar. Semakin orang mengamalkan hadits ini semakin tertuntut orang tersebut untuk lebih giat lagi dalam belajar.

Faidah dari hadits sampaikan walau satu ayat

Mengajarkan sesuatu kepada orang lain, mengamalkan perintah “ballighu” mempunyai faidah yang begitu banyak, diantaranya ialah: 

  1. Dengan menyampaikan walau satu ayat, maka akan terwujudkanlah ajaran tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan belajar dan menyampaikan seseorang akan lebih memahami keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  2. Dengan memulai “sampaikan walau satu ayat” ialah bentuk daripada menjadikan Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam sebagai panutan, mencontoh secara bertahap apa yang telah dilakukan Beliau serta sahabatnya, mengikuti manhajnya.
  3. Terhindar dari kondisi stagnan, tentunya adanya hadits tersebut secara perlahan orang akan lebih bersemangat, karena baginda Nabi sendirilah yang memotivasi. Seseorang akan mulai sedikit demi sedikit membiasakan menyampaikan ajaran Islam.
  4. Dengan hadits di atas akan lebih tertantang untuk mendalami dan mentadaburi Al-Qur’an maupun hadits, merenungi kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ciptaan-Nya dalam kehidupan ini. Tentunya dengan banyak menyampaikan banyak pula orang yang bertanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Fa ‘aluu ahladzdzkiri in kuntum laa ta’lamuun”. Bisa jadi justru kita sendirilah yang banyak muncul pertanyaan yang menyebabkan kita terdorong untuk lebih banyak belajar. 
  5. Dengan mengajar maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan ilmu yang sebelumnya tidak diketahuinya. 
  6. Termotivasi untuk mencari hadits yang shahih, karena ancaman neraka bagi yang menyampaikan sesuatu tapi tidak ada sandarannya kepada hadits shahih. 
  7. Semakin giat dan gemar membaca buku, semakin banyak mentelaah kitab-kitab. 
  8. Sebagai bentuk pelayanan terhadap anak, keluarga dan ummat. Dengan banyaknya ilmu yang diberikan kepada masyarakat menjadikannya lebih baik. 
  9. Menjaga keistiqomahan, sesuatu yang sedikit itu lebih ringan dan mudah untuk dijalankan. Sampaikan walau satu ayat, sehingga tidak menjadi beban bagi seorang pemula atau pun yang kondisinya terbatas. 
  10. Penggunaan waktu lebih maksimal dan berkualitas. 
  11. Menangkal kebodohan, baik bagi mendengarkannya atau yang menyampaikannya. 
  12. Menjadi ahli dalam bergaul dengan orang lain, dengan mengajar seseorang terlatih bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menerapkan ilmu sosial. 
  13. Membentuk kepercayaan diri, menjadi lebih PeDe dengan kemampuannya saat ini mampu mengajar dan menjadi teladan. 
  14. Memberikan kebebasan bagi orang yang telah diberitahu untuk mengamalkan ilmu tersebut atau meninggalkannya, mempunyai kebebasan dalam memilih dan bertindak. 
  15. Dengan mengajar, akan mempunyai kemampuan dalam memahami karakter orang lain karena adanya interaksi. 

Setidaknya inilah 15 faidah dari hadist “sampaikan walau satu ayat” menjadi salah satu pilar terpenting dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan berkarakter di negara tercinta Indonesia. 

Oleh: Abu Ubaidah Lc

Related posts