Arti Rahmatan Lil Alamin dalam Pandangan Ulama

  • Whatsapp
Arti-Rahmatan-Lil-Alamin-Dalam-pandangan-ulama

Arti rahmatan lil alamin dapat dipahami dengan merujuk kepada buku-buku tafsir, karena secara bahasa sendiri kata “arti” bila dimaksud adalah menterjemah dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, maka sebenarnya tidak bisa mewakili secara sempurna. Oleh karena itu alangkah baiknya melihat penjelasan dalam buku-buku tafsir supaya tidak salah paham.

Berikut arti rahmatan lil alamin sesuai dengan penjelasan para ulama dalam karyanya buku tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Namun sebelumnya perlu diketahui secara detail ayat rahmatan lil alamin secara lengkapnya. Ayat tersebut terdapat dalam surat Al-Anbiya ayat ke-107, berikut lengkapnya:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ١٠٧

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Arti Rahmatan Lil Alamin Menurut Tafsir Ringkas Kemenag

Tujuan Allah mengutus Nabi Muhammad membawa agama Islam bukan untuk membinasakan orang-orang kafir, melainkan untuk menciptakan perdamaian. Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Perlindungan, kedamaian, dan kasih sayang yang lahir dari ajaran dan pengamalan Islam yang baik dan benar.

Arti Rahmatan Lil Alamin Menurut Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah

وَمَآ أَرْسَلْنٰكَ (Dan tiadalah Kami mengutus) Yakni Hai Muhammad Kami tidak mengutusmu dengan syariat-syariat dan hukum-hukum. إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِينَ (melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) Yakni bagi seluruh manusia. Adapun bentuk rahmat bagi orang-orang kafir adalah mereka menjadi aman dari bencana, kutukan, dan kehancuran dengan adanya syariat-syariat dan hukum-hukum ini.

Arti Rahmatan Lil Alamin Menurut Tafsir Al-Wajiz

Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirnya menjelaskan berikutnya, Allah menyanjung RasulNya yang membawa al-Quran. Allah berfirman, “Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Beliau merupakan rahmat Allah yang dianugerahkan bagi para hambaNya. Kaum Mukminin menerima bingkisan rahmat ini dan mensyukurinya serta menyikapinya dengan baik. Semmentara itu, kalangan lainnya , mereka mengingkarinya dan merubah kenikmatan Allah dengan bentuk kekufuran, enggan untuk menerima rahmat dan kenikmatanNya.

Arti Rahmatan Lil Alamin Menurut Syeikh Ibn Baz Rahimahullah

Dalam situs resminya beliau menerangkan bahwa ayat tersebut secara dhohirnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagai utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada jin dan manusia, untuk seluruhnya. Sebagaimana firman-Nya :

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا (الأعراف : ١٥٨)

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua

Dalam surat Saba’ pun dijelaskan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا (سبأ : ٢٨)

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.

Beliau Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah utusan untuk seluruhnya. Ajaran yang dibawanya dan ketaatan pada perintahnya merupakan rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana tatkala hujan turun seluruhnya mendapatkan kemanfaatan, dari hewan ternak, pepohonan, jin, manusia dan binatang-binatang lainnya. Menjadi hujjah bagi orang kafir bahwa ajaran beliau telah disampaikan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Barangsiapa yang mengikuti ajaran dakwahnya maka telah sempurnalah rahmat baginya masuk ke dalam surga, selamat dari neraka.

Dan barangsiapa yang tidak mengikuti ajarannya maka telah ada hujjah bagi mereka serta kelak tidak bisa menyangkal, dan rahmat baginya pun sudah diberikan dengan adanya ajakan dan peringatan telah sampai pada mereka, sehingga mereka tidak bisa berkata kembali, bahwa belum datang kepada mereka seorang utusan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberi kabar gembira maupun memperingati mereka. Maka diutusnya Rasul itu sudah merupakan rahmat baginya, perkara nanti akan mengikuti ajarannya ataupun tidak.

Salah satu di antara bentuk rahmat adanya jaminan keamanan bagi muslim atau pun kafir, tentunya dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya. Dengan adanya ajaran yang dibawa Nabi Muhammad maka semua mendapatkan kebaikan-kebaikan dari risalah yang dibawanya, tidak terkecuali binatang. Bila mengikuti risalahnya kemudian istiqomah maka rahmat yang didapat akan lebih banyak dan lebih lengkap. Namun bagi yang tidak mengikutinya maka akan tetap mendapat rahmat kebaikan risalahnya dari keamanan maupun rezeki.

Arti Rahmatan Lil Alamin Tidak Bertabrakan dengan Syariat-Nya

Rahmatan lil alamin menurut situs islamqa tidak bertabrakan dengan syariat jihad, serta tidak menafikan jihad yang telah diajarkan dalam Islam, tentu semuanya ada aturan dan ketentuannya. Pemahaman ayat rahmatan lil alamin sudah tentu tidak bertabrakan dengan syariatnya, karena banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an Al-Karim yang membahas mengenai syariat jihad. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lah yang mensyariatkan jihad, memerintahkannya bahkan memberikan semangat kepada kaum muslimin untuk berjihad. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ (التوبة : ٧٣)

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

Dalam surat Al-Anfal ayat 65 juga diterangkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ (الأنفال : ٦٥)

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang

Jihad fie sabilillah merupakan salah satu cara untuk menyebarkan Islam, dengan tujuan menyelamatkan manusia dari gelapnya kekafiran menuju cahaya iman. Ini merupakan rahmat yang paling besar yang didapat oleh manusia, dengan mengikuti Islamlah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan mereka dari api neraka.

Arti Rahmatan Lil Alamin dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Bila menilik kepada sejarah kemerdekaan Indonesia, tentu tidak lepas dari peran para ulama. Dengan pekikan takbir “Allahu Akbar” maka secara serentak para santri maupun kaum muslimin semuanya tergerak untuk berjuang berjihad memerdekakan tanah air Indonesia. Syariat jihadlah yang menjadi pendorong utama seorang muslim mau berjuang, karena janji Allah lah seorang muslim terdorong untuk berkorban, wal akhir kemerdekaan Indonesia diraih dan menjadi salah satu rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan syariat jihad kaum muslimin melawan penjajahan dan memerdekakan negerinya. Wallahu ‘Alam bisshowab

Related posts