Lima Hadits Menuntut Ilmu Penting bagi Seorang Muslim Mengetahuinya

  • Whatsapp
Lima Hadits Menuntut Ilmu Penting bagi Seorang Muslim Mengetahuinya

Dalam ajaran Islam terdapat banyak hadits menuntut ilmu, secara umum menuntut ilmu itu sangatlah penting dalam kehidupan manusia, sedang secara khusus ilmu mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

Penting bagi kaum muslimin mengenali hadits menuntut ilmu, sebagai motivasi untuk selalu belajar, tafaqquh fie ad-dien, mengasah keilmuan tiada henti, menjadi umat yang tidak tertinggal oleh zaman. Dengan ilmu maka mudahlah seseorang untuk meraih jannah, tanpanya maka banyak umat Islam terjebak dalam kesesatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan 5 ayat pertama kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berbicara mengenai ilmu secara umum, dalam surat Al-’Alaq ayat 1 – 5 :

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ – خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِنْ عَلَقٍ – ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ – ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ – عَلَّمَ ٱلْإِنسَـٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Allah ‘Azza wa Jalla lebih memilih kelima ayat ini ketimbang ayat yang lain dari topik-topik yang lain karena urgensi dari ayat-ayat tersebut, sehingga Allah jadikan ayat-ayat yang pertama kali turun kepada Rasul-Nya. Begitu juga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk senantiasa berdoa meminta ditambah ilmunya. Dalam surat At-Taha ayat 114 disebutkan :

وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

“Ya Rabku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

Lima Hadits Menuntut Ilmu beserta Keutamaannya

  1. Hadits menuntut ilmu memudahkan jalan ke surga

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ) رواه مسلم – ٤٨٦٧

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.

  1. Hadits keutamaan seorang alim dari seorang abid

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالْآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ. رواه الترمذي – ٢٦٠٩

dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata, “Dua orang disebutkan di sisi Rasulullah ﷺ, salah seorang adalah ahli ibadah dan yang lain seorang yang berilmu, kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Keutamaan seorang alim dari seorang abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian, ” kemudian beliau melanjutkan sabdanya, “Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”

  1. Hadits niat mencari ilmu karena Allah ‘Azza wa Jalla

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا. رواه أبو داود – ٣١٧٩

dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah ‘Azza wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada hari kiamat.”

  1. Hadits menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ. رواه ابن ماجه – ٢٢٠

dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi.”

  1. Hadits ilmu yang bermanfaat amalnya tidak akan terputus setelah meninggal dunia

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رواه مسلم – ٣٠٨٤

dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”

Masih banyak sekali hadits menuntut ilmu selain dari 5 hadits di atas, setidaknya dengan mengerti dari hadits tersebut maka kaum muslimin lebih giat lagi dalam memperdalam keilmuan, senantiasa kesehariannya tidak terlepas dari belajar. 

 

Related posts