Mengenal Bacaan Tahiyat Awal yang Betul Arab dan Latinnya

  • Whatsapp
Mengenal Bacaan Tahiyat Awal yang Betul Arab dan Latinnya

Bacaan tahiyat awal dalam beberapa hadits memang ada beberapa perbedaan. Madzhab Hanafi dan Hambali memilih hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, merupakan hadits yang paling shahih dalam hal tasyahhud, hadits tersebut ada di dalam Shahih Bukhari. Sedang Syafi’i memilih hadits Ibn Abbas yang ada di Shahih Muslim. Sedang Imam Malik memilih tasyahhud Umar Radhiyallahu anhu, riwayat tersebut berada dalam kitab Muwatha’ Imam Malik.

Bacaan tahiyat awal yang dianut oleh seluruh madzhab tersebut memiliki perbedaan tanawwu’, maksudnya perbedaan variasi bacaan, yang mana semuanya adalah benar dan diperbolehkan, tidak bertentangan antara satu yang lain. Namun dalam pembahasan kali ini terbatas pada riwayat yang paling shahih, hadits shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu.

Berikut ini bacaan tahiyat awal dari hadits Bukhari nomor ke 5794

Bacaan Tahiyat Awal Arabnya

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ،

 السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ،

 السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ،

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Bacaan Tahiyat Awal Latinnya

At-Tāḥiyyātu lillahi waṣṣalawātu waṭṭayyibāt,

 assalāmuʿalaika ayyuhan nabiyyu wa raḥmatullahi wa barakātuh,

 assalāmuʿalainā wa ʿalā ʿibādillāhiṣṣālihīn,

 asyhadu anlā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan ʿabduhu wa rasūluh

Bacaan Tahiyat Awal Artinya

Penghormatan, rahmat dan kebaikan hanya untuk Allah.

Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan tetap ada pada engkau wahai Nabi.

Keselamatan juga semoga ada pada hamba-hamba Allah yang shalih.

Aku bersaksi bahwa tiada Dzat yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Kapan Bacaan Tahiyat Awal Dibaca ?

Bacaan tahiyat awal menurut Syeikh Bin Baz rahimahullah dibaca tatkala duduk tasyahhud yang pertama dan kedua, yaitu waktu

  1. Shalat dhuhur duduk tahiyat pertama dan kedua, yaitu pada rakaat kedua dan keempat
  2. Shalat ashar duduk tahiyat pertama dan kedua, yaitu pada rakaat kedua dan keempat
  3. Shalat maghrib duduk tahiyat pertama dan kedua, yaitu pada rakaat kedua dan ketiga
  4. Shalat Isya duduk tahiyat pertama dan kedua, yaitu pada rakaat kedua dan keempat

Sedang shalat yang jumlahnya 2 rakaat menurut beliau menggunakan bacaan diatas namun ditambah dengan bacaan shalawat atas nabi Muhammad dan nabi Ibrahim, atau seperti halnya dengan bacaan tahiyat akhir.

Memahami Maksud Bacaan Tahiyat Awal

Disebut sebagai bacaan tahiyat dikarenakan bacaan tersebut mengandung kalimat-kalimat pengagungan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan juga bacaan tersebut diawali dengan kalimat tahiyat. Disebut sebagai bacaan tahiyat awal dikarenakan bacaan dicukupkan hingga kalimat tasyahhud saja, … asyhadu anlā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan ʿabduhu wa rasūluh, tanpa menambah shalawat, bacaannya pendek berbeda dengan bacaan tahiyat akhir.

Sering dikenal juga dengan bacaan tasyahhud dikarenakan adanya kalimat syahadatain,  asyhadu anlā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan ʿabduhu wa rasūluh.

Hukum Bacaan Tahiyat Awal

Bacaan tahiyat awal merupakan salah satu rukun dari shalat, tidak sah shalat tanpa bacaan tersebut. Menurut syeikh Bin Baz rahimahullah, bila orang shalat dengan sengaja meninggalkan tahiyat awal/tasyahhud awal maka batal lah shalatnya menurut pendapat para ulama apabila telah mengetahui hukumnya, tetapi bila sebelumnya tidak mengetahui hukumnya maka tidak mengapa.

Apabila tidak membaca bacaan tahiyat karena lupa maka diwajibkan untuk sujud sahwi. Bila ingatnya setelah salam, maka tetap wajib sujud sahwi setelah salam kemudian salam kembali. Bila tidak sujud sahwi setelah salam maka ada perbedaan pendapat apakah shalatnya sah atau tidak.

Menurut Ibn Qudamah rahimahullah dalam Al-Mughni, beliau menjelaskan barangsiapa yang meninggalkan sesuatu yang wajib dalam shalat secara sengaja sebelum salam maka batal lah shalatnya.

Kesimpulan

Bacaan tahiyat awal di atas cukup jelas sekali baik dari arab, latin maupun terjemahnya, yang mudah sekali dihafal oleh seorang muslim. Intinya adalah bacaan tahiyat awal itu lebih pendek dari bacaan tahiyat akhir. Dan dalam artikel ini tidak perlu disebutkan variasi bacaan tahiyat lainnya supaya lebih fokus dan lancar dengan bacaan tersebut terlebih dahulu. Wallahu ‘Alam bisshawab.

Related posts