Mengenal Lebih Dalam Contoh KPI Perusahaan atau Key Performance Indicator

  • Whatsapp
Mengenal-Lebih-Dalam-Contoh-KPI-Perusahaan-atau-Key-Performance-Indicator

Contoh KPI Perusahaan – KPI atau Key Performance Indicator merupakan hal penting yang harus ada dalam suatu perusahaan. Baik itu perusahaan yang masih kecil hingga sudah besar.

Tujuan utamanya adalah agar ketika menjalankan bisnis dalam perusahaan dapat mencapai target yang sudah direncanakan. Tidak hanya perusahaan, akan tetapi juga untuk karyawan yang ada di dalamnya.

Untuk lebih rincinya mari kita simak contoh KPI perusahaan di bawah ini!

Contoh KPI Perusahaan

Contoh KPI Perusahaan

Gambar di atas adalah contoh dari KPI pada bidang produksi. Sebenarnya masih ada berbagai jenis form KPI seperti KPI bidang SDM / HR, KPI bidang Finance, hingga KPI bidang IT.

Apa Itu KPI?

KPI atau Key Performance Indicator merupakan salah satu indicator yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam menggapai tujuan yang sudah ditargetkan.

Fokus dari KPI ini adalah peningkatan operasional, peningkatan strategis, menciptakan dasar analisis yang bertujuan untuk mengambil suatu keputusan dan juga membantu dalam memfokuskan perhatian terhadap sesuatu hal yang dianggap penting.

KPI ini juga digunakan untuk mengukur kinerja karyawan pada perusahaan dengan memberikan deskripsi informasi mengenai sampai mana capaian target sesuai rencana, program, atau strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Setiap perusahaan tentunya sangat memerlukan key performance indicator untuk melakukan suatu evaluasi, karena evaluasi setiap perusahaan sifatnya berbeda.

Jadi, tolok ukur perusahaan satu dengan perusahaan lainnya itu berbeda – beda tergantung rencana dan goals yang mereka buat.

Fungsi Lain dari KPI untuk Bidang Bisnis

Selain sebagai evaluasi dan pengukur kinerja karyawan pada perusahaan dengan memberikan deskripsi informasi mengenai sampai mana capaian target sesuai rencana, program, atau strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, ada fungsi penting lainnya. Yaitu:

  • Tolok ukur performa

Adanya KPI ini menjadi suatu tolok ukur berkembangnya suatu bisnis. Data yang dihasilkan dari KPI tersebut dapat menjadi solusi atas pengambilan keputusan seperti memotong biaya produksi atau menambah bahkan mengurangi kuota karyawan.

  • Mengasah kemampuan

Adanya KPI juga dapat mengasah kemampuan bagi mereka pemimpin atau pemegang tanggung jawab agar lebih akurat dan tajam dalam memutuskan suatu jalan keluar dalam menangani suatu masalah.

  • Pemacu semangat kerja

Kenapa sifatnya dapat memacu semangat kerja? Karena dengan adanya KPI ini maka ada transparansi dalam ruang lingkup karyawan.

Dengan adanya transparansi ini maka karyawan akan semangat dalam meningkatkan motivasi dan menggapai tujuan atau goals dari perusahaan.

Dampaknya, kasus seperti resign dan demo akan dapat terhindarkan.

Syarat – Syarat Pembuatan KPI atau Key Performance Indicator

Ada pun syarat – syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan KPI ini. Berikut disajikan 5 syarat dalam pembuatan KPI:

  1. Sesuai dengan target

Dalam pembuatan dan pelaksanaannya, KPI harus selalu dikaitkan dengan tujuan atau target yang akan diraih nantinya. Tujuannya adalah agar sasaran atau target tersebut dapat terlaksana sesuai dengan target yang akan dicapai.

Maka dari itu posisi target memiliki posisi yang sangat penting dan tidak boleh asal – asalan dalam menentukan target atau menentukan sasaran kinerja secara tiba – tiba.

  1. Memiliki perbandingan antara periode saat ini dengan periode sebelumnya

Pemimpin merupakan posisi yang harus tau bagaimana komparasi dari perusahaan pada periode sebelumnya.

Dengan melakukan komparasi atau perbandingan, maka pemimpin tersebut dapat menyimpulkan bagaimana harus melakukan tindakan, mengatasi masalah, hingga mencapai target yang telah ditentukan.

Setiap perusahaan haruslah memiliki patokan atau dasar yang sifatnya dapat diterima dalam sektor industri yang terkait.

  1. Terdapat suatu bukti

Di poin sebelumnya telah disinggung mengenai pentingnya melakukan perbandingan atau komparasi secara tepat.

Nah ketika melakukan komparasi haruslah memiliki bukti untuk menghitung dan mengkomparasikannya.

Sebagai perusahaan yang memiliki KPI, mereka harus siap dalam mempublikasikan tujuan kepada para investor agar dapat mencapai sasaran dan target.

  1. Memiliki sifat dapat terikat dengan waktu

Sehubungan dengan target, maka KPI haruslah memiliki keterkaitan dengan waktu yang sudah ditentukan.

Hal ini bertujuan agar ketika proses pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah disepakati bersama.

  1. Dapat diukur

Posisi seorang pemimpin merupakan posisi yang sangat penting terutama dalam hal pengambilan keputusan.

Maka dari itu, KPI harus dapat diperhitungkan dan diukur sehingga dapat dikuantifikasikan ke dalam sumber dalam pengambilan keputusan oleh pemimpin.

Seorang pemimpin haruslah tau kapan harus mengambil keputusan, menunda keputusan, hingga membatalkan keputusan.

Tak lupa juga dengan memperhatikan beberapa persentase dengan mengukur keakuratan dalam mencapai target tersebut.

Indikator yang Menyatakan bahwa KPI telah Berjalan dengan Baik

Ada beberapa indikator sebagai tolok ukur dalam menyatakan bahwa KPI tersebut dengan berjalan dengan baik dan semestinya.

  • Terdapat bukti yang sifatnya objektif sesuai dengan kenyataan dalam mencapai hasil yang telah direncanakan dan diinginkan.
  • Terdapat penawaran perbandingan yang berfungsi untuk mengukur dan menilai perubahan tingkat kinerja dari waktu ke waktu.
  • Pengukuran hal – hal relevan dapat menghasilkan informasi yang nantinya akan berguna untuk mengambil suatu keputusan yang lebih baik.
  • Ada keseimbangan antara lagging indicator dan leading indicator.
  • Bisa melacak efektivitas, efisiensi, ketepatan waktu, kualitas, kepatuhan, ekonomi, kinerja personel, kinerja proyek hingga tata kelola.
  • Dapat dikomunikasikan secara baik dengan dan oleh seluruh SDM dalam departemen maupun organisasi.

3 Jenis KPI (Key Performance Indicator)

KPI memiliki 3 jenis indikator kinerja utama, dijelaskan sebagai berikut:

  1. KPI finansial

Sesuai dengan namanya yaitu finansial, maka indikator kinerja utama jenis ini berkaitan dengan sistem keuangan.

Ada 2 label dalam KPI jenis ini, yaitu KPI Laba Kotor dan KPI Laba Bersih. KPI Laba Kotor atau gross profit merupakan hasil ukuran jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangin dengan harga pokok penjualan.

Yang kedua adalah KPI Laba Bersih atau net profit merupakan ukuran jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya – biaya dari bisnis lain seperti pajak dan bunga.

  1. KPI non finansial

KPI non finansial merupakan jenis KPI yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi keuangan dari perusahaan tersebut.

Contoh dari KPI non – finansial adalah matriks kepuasan pelanggan, perputaran tenaga kerja, rasio pelanggan berulang terhadap pelanggan terpadu, dan pangsa pasar.

  1. KPI operasional

KPI operasional merupakan jenis KPI di mana berfungsi untuk mengukur kemampuan karyawan dalam bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya.

Contohnya adalah pada bisnis jasa online dan bisnis penjualan produk.

Contoh KPI perusahaan pada artikel ini semoga dapat membantu dalam memahami sistem kinerja dari perusahaan terutama yang berhubungan dengan target dan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Diharapkan setelah membaca artikel ini, kalian dapat menyusun KPI dengan cermat dan teliti.

Related posts