Panduan Lengkap Mengenai Surat Gugatan Cerai

  • Whatsapp
Panduan Lengkap Mengenai Surat Gugatan Cerai

Surat gugatan cerai merupakan surat yang diajukan kepada pengadilan agama atau negeri setempat yang bertujuan untuk menceraikan pasangan rumah tangga karena berbagai faktor.

Bagi kalian yang sedang mencari bagaimana contoh, langkah – langkah, persyaratan, hingga biaya gugatan cerai, artikel ini sangatlah cocok.

Surat Gugatan Cerai

Akhir – akhir ini jumlah perceraian di kalangan masyarakat semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Banyak sekali kasus perceraian yang dipilih sebagai jalan keluar terakhir ketika permasalahan dalam rumah tangga karena sudah tidak dapat diselesaikan dengan baik – baik dan secara kekeluargaan.

Banyak faktor yang menyebabkan angka perceraian semakin meningkat tiap tahunnya. Salah satu faktor yang paling umum adalah karena faktor ekonomi dan adanya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Untuk mengetahui lebih dalam bagaimana gugatan cerai dapat dilayangkan, simaklah hal di bawah ini.

Contoh Surat Gugatan Cerai

Berikut ini contoh surat gugatan yang dapat menjadi referensi atau patokan dalam pembuatan surat gugatan.

SURAT PERNYATAAN CERAI

Dengan ini yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa sesungguhnya:

Pihak pertama

Nama : Billa Liza Kusumaningtyas
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Alamat : Jalan Banjarsari Selatan No. 34, Semarang Jawa Tengah

Dalam hal ini disebut sebagai pihak pertama yang mana sebagai pihak yang memintai cerai.

Pihak kedua

Nama : Rijal Andi Fachrur
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : PNS
Agama : Islam
Alamat : Jalan Banjarsari Selatan No.34, Semarang Jawa Tengah

Dalam hal ini disebut sebagai pihak kedua yang mana sebagai pihak yang memberi cerai.

Pada 30 November 2020, kami menyatakan sebenar- benarnya, di hadapan anda para saksi bahwa kami telah saling sepakat untuk berpisah dalam menjalani kehidupan rumah tangga, berdasarkan kemauan kami berdua dan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.

Demikian surat pernyataan ini kami telah buat dengan sungguh–sungguh dan sebenar–benarnya secara sadar dan tidak ada gangguan atau paksaan apa pun.

Semarang, 30 November 2020
Pihak I Pihak II

Materai Rp6000,-

Billa Liza Kusumaningtyas

Rijal Andi Fachrur

Para saksi:

  1. Kadrun Subekti
  2. Grande Ilyasa
  3. Amuz Ayana.

Syarat – syarat untuk Mengajukan Gugatan Cerai

Ada pun beberapa syarat yang sifatnya wajib dan harus dipenuhi untuk mengajukan sebuah gugatan cerai. Berikut simak beberapa persyaratannya:

  1. Surat nikah asli
  2. Fotocopy-an surat  nikah yang telah diberi materai dan dilegalisir sebanyak 2 lembar
  3. Fotocopy-an KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pihak penggugat
  4. Fotocopy-an KK (Kartu Keluarga)
  5. Fotocopy-an akte kelahiran yang telah diberi materai dan dilegalisir
  6. Surat keterangan yang berasal dari Kelurahan

Persyaratan akan beda lagi apabila digunakan untuk mengurus pembagian harta gono – goni. Dokumen tambahan yang diperlukan adalah:

  1. Sertifikat tanah
  2. Sertifikat rumah
  3. Surat kendaraan bermotor termasuk BPKB dan STNK
  4. Dan bukti resmi yang menunjukkan kepemilikan harta lainnya

Langkah–Langkah Mengajukan Gugatan Cerai

Dalam melakukan pengajuan gugatan cerai ada beberapa langkah yang harus diikuti agar proses gugatan perceraiannya tidak ada hambatan.

Pertama, carilah informasi mengenai proses pengajuan gugatan cerai terlebih dahulu. Kalian dapat memperoleh informasi tersebut melalui website, telepon, pengadilan setempat (bagian meja informasi, dan LSM setempat.

Kedua, mendaftarkan gugatan cerai terlebih dahulu ke tempat pengadilan negeri atau pengadilan agama setempat.

Ketiga, membuat surat gugatan. Pembuatan surat gugatan ini bisa langsung meminta bantuan kepada pusat bantuan hukum pada pengadilan. Ada pun hal – hal yang perlu diperhatikan seperti alasan mengapa melakukan gugatan cerai dan lain sebagainya.

Keempat, datanglah ke pengadilan untuk mengajukan gugatan cerai dengan membawa surat gugatan. Apabila kalian memiliki kuasa hukum, maka kuasa hukum tersebut dapat mewakili kalian untuk menyerahkannya. Ada pun kemudahan bagi mereka penyandang tuna netra atau buta huruf dapat melayangkan gugatan cerai dengan datang ke hadapan ketua pengadilan dan mengajukannya secara lisan

Kelima, serahkanlah surat gugatan tersebut kepada Pejabat Kepaniteraan di Pengadilan.

Keenam, siapkan biaya perceraian. Dalam melakukan pengajuan dan proses persidangan gugatan cerai tidak dapat dilakukan secara cuma – cuma, akan tetapi diperlukan biaya untuk mengurus masalah administrasi terutama dan sidang. Biaya tersebut mencakup biaya pendaftaran gugatan, ATK, materai, redaksi, hingga biaya panggilan untuk sidang.

Ketujuh, menyiapkan dan mengetahui bagaimana tata cara dari proses persidangan.

Kedelapan, menyiapkan saksi untuk hadir dalam sidang perceraian. Saksi ini berfungsi sebagai pemberi alasan sehingga menguatkan alasan dari adanya perceraian.

Catatan, apabila kalian masih merasa belum paham sehingga tidak mampu mengurus gugatan cerai secara mandiri, kalian dapat menyewa jasa pengacara untuk memudahkan seluruh prosesi perceraian.

Memang jasa ini harganya tidak murah, akan tetapi dengan menyewa jasa pengacara ini dijamin kalian memiliki pelindung dari kemungkinan ancaman dan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan kalian.

Berapa sih Biaya Perceraian yang Harus Disiapkan?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa dalam melakukan pengajuan dan proses persidangan gugatan cerai tidak dapat dilakukan secara cuma – cuma, akan tetapi diperlukan biaya untuk mengurus masalah administrasi terutama dan sidang.

Sebenarnya, biaya dari perceraian itu tergantung dari tempat pengadilan yang digunakan untuk menggugat. Selain itu bisa saja biaya juga berbeda pada pasangan satu dengan lainnya.

Akan tetapi ada perkiraan biaya dasar yang harus disiapkan khususnya untuk administrasi dan proses persidangan. Biaya tersebut meliputi biaya pendaftaran gugatan, ATK, materai, redaksi, hingga biaya panggilan untuk sidang 2 kali untuk penggugat dan 3 kali untuk tergugat.

Berikut Beberapa Alasan Perceraian yang Dipertimbangkan oleh Hakim

  1. Pihak suami atau pihak istri menjadi pemabuk, penjudi bahkan pemadat yang susah untuk disembuhkan.
  2. Pihak suami atau pihak istri melakukan suatu perbuatan zina dengan orang lain.
  3. Pihak suami atau pihak istri meninggalkan salah satu pihak selama 2 tahun lamanya secara berturut – turut tanpa izin dan alasan yang jelas.
  4. Pihak suami atau pihak istri mendapatkan suatu hukuman penjara selama 5 tahun atau lebih setelah berlangsungnya proses perkawinan.
  5. Pihak suami atau pihak istri melakukan kekerasan dalam rumah tangga seperti penganiayaan atau kekejaman yang membahayakan.
  6. Pihak suami atau pihak istri tidak dapat menjalankan kewajibannya karena cacat atau penyakit.
  7. Pihak suami atau pihak istri secara terus – terusan mengalami percekcokan, pertengkaran hingga dianggap sudah tidak ada harapan dan peluang untuk kembali berdamai atau rukun.
  8. Pihak suami atau pihak istri melanggar suatu sight taklik – talak.
  9. Pihak suami atau pihak istri beralih agama atau murtad sehingga rumah tangga menjadi tidak rukun kembali.

Surat gugatan cerai pada artikel ini semoga dapat membantu menjawab semua kebingungan kalian ketika ingin melakukan gugatan perceraian.

Related posts